Lamongan, BeritaTKP.com – Sebuah mobil Toyota Rush bernomor polisi S 12 17 LR terlibat dalam kecelakaan maut di jalur poros nasional Lamongan-Babat, tepatnya di ruas jalan Dusun Plalangan, Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan, Jawa Timur, pada Sabtu (8/4/2023).
Mobil tersebut dikemudikan oleh Danny Dwi Indra (35) warga Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Akibat kecelakaan tersebut, dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian, dan sisanya mengalami luka-luka.

Satlantas Polres Lamongan, Ipda Hadi Siswanto menjelaskan, kecelakaan maut ini bermula ketika Toyota Rush melaju dari timur ke barat atau dari arah Lamongan hendak pulang kampung dengan membawa tiga orang penumpang bernama Edi Purwanto (42), warga asal Desa Gambuhan, Kecamatan Kalitengah. Penumpang lain ada, Salipan (61) dan Didik Hariyanto, keduanya merupakan warga asal Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.
Sementara itu, dari arah yang sama melaju sepeda motor dengan nomor polisi (nopol) S 6202 JBW yang dikemudikan oleh Nurhayati (50), warga asal Dusun Jatilangkir, Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, dan seorang pejalan kaki yang sedang mendorong gerobak, Mustajab (63), warga Dusun Plalangan, Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan.
Mobil yang dikemudikan Dany Dwi Indra melaju dari timur ke barat di lajur kiri dengan kecepatan tinggi. Diduga karena pengemudi kurang konsentrasi dengan kecepatan tidak wajar, mobil kemudian menabrak sepeda motor yang melaju searah. Tak sampai disana, mobil juga turut menabrak gerobak yang sedang didorong oleh Mustajab.
Usai menabrak motor dan gerobak, mobil kemudian terguling di tepi jalan dan menindih gerobak yang baru saja ditabrak. “Toyota Rush tersebut sampai terguling di bahu jalan dan menindih gerobak,” ungkapnya.
Akibat insiden ini, dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka yang dialaminya. Dua korban tersebut adalah pengendara motor atas nama Nurhayati dengan luka patah kaki, tangan dan lebam pada perut. Sementara pendorong gerobak atas nama Mustajab mengalami luka patah tulang paha, cedera kepala dan meninggal dunia di TKP. Kemudian pengemudi dan penumpang minibus yang mengalami luka langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Ipda Hadi Siswanto mengingatkan semua pengguna jalan untuk tetap waspada dan berhati-hati selama berkendara agar tidak terjadi kecelakaan. Apalagi ini mendekati Lebaran, arus lalu lintas mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jika lelah atau ngantuk, lebih baik istirahat. “Jangan memaksakan diri jika tidak sehat, ” katanya. (Din/RED)





