Nganjuk , Berita TKP – Sebuah Kali di gunakan mencukupi pengairan  lahan sawah pertanian seluas 10,5 hektar yang pengambilan airnya  dari arus sungai Afor WK  B 24  ( berpintu air ) masuk wilayah Dusun Kandangan , Desa Kedungrejo , Kecamatan Tanjunganom  kali melintang terus lurus ke arah utara kurang lebih 400 meter menerjang  tengah pemukiman warga lalu masuk lahan sawah pertanian diwilayah Dusun Kandeg , Desa Waung , Kecamatan Baron ada yang rusak , karena  mungkin sejak awal dibuatnya sampai sekarang tetap tidak berubah bangunan aslinya .

Perkiraan penbuatan tempo dulu pada usai masa  penjajahan Jepang , namun sebagian yang melintasi di tengah kampung sudah ada yang dirombak oleh lingkungan karena tidak sesuai dengan jalan dan kondisinya membahayakan  pengguna jalan dan umum , sedangkan yang bocor  disebelah selatan dibenahi oleh  pihak Kebun  Benih atas perintah Beder ( Pimpinan Kebun Benih ) yang berdinas disitu .  Kebocorannya  sudah berulang ulang diadakan penambalan ( di cor )  namun tetap saja terus ada aliran air , sukar diatasi dari sejak dahulu kala .

Permasalahannya disini , ada kerusakan lainnya yang perlu untuk direnofasi keseluruhan meskipun nampaknya dimasyarakat tidak ada gejolak apa apa karena mungkin tidak mengerti bagaimana harus mengadukan pada siapa , sehingga hanya sebatas jadi pembicaraan  kecil belaka .

Ketika Berita TKP hendak konfirmasi ke Dinas Pertanian Daerah  Kabupaten Nganjuk , Kamis 2 Maret 2023 , Muslem sebagai Kepala Dinasnya telah menyampaikan bahwa  Kebun Benih yang berada di Desa Waung , Kecamatan Baron itu bukan milik daerah melainkan milik  Provinsi Jawa Timur ,  namun saya tetap akan koordinasi dengan PUPR  mas , ” ujarnya ” . Ditambahkan oleh Mislem kalau Balai  Pertanian yang berada di Baron pinggir jalan raya itu adalah milik kita ,milik daerah .

Suyanto selaku Beder pada Senin , 13 Maret 2023 pukul 10’00 Wib saat ditemui oleh Berita TKP dikantornya memaparkan apabila pihaknya pernah mengajukan pembangunan tentang kerusakan kali tersebut namun hingga sekarang juga belum ada realisasi pelaksanaan ,  akhirnya jika ada kerusakan maka dibenahi sendiri  karena sekarang semua dari hasil panen dikelola sendiri diputar untuk keperluan disini dan dapakai pembibitan lagi , oleh sebab. itu kalau dahulu masih ada bantuan dari pusat sedang sekarang tidak . Ditambahkan  oleh Suyanto apabila Kantor pusatnya sini berada di Wonocolo , Surabaya sana lalu membawahi perwakilannya di Mojokerto dan Kebun Benih ini dibawah naungan Mojokerto ” ucapnya  ” . ( tut )