Ngawi, BeritaTKP.com – Tanaman padi seluas sekitar 195 hektare yang ada di Kabupaten Ngawi, diprediksi bakal gagal panen, sebab Sungai Madiun dan Bengawan Solo meluap hingga membanjiri 18 desa yang ada di 7 kecamatan.

“Data kami sudah masuk ada 18 desa di 7 kecamatan sawah terdampak banjir total 195 hektar diprediksi gagal panen,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngawi Supardi, Jumat (17/2/2023).

Dari 195 hektare lahan padi di 18 desa 7 kecamatan tersebut, kata Supardi, paling luas terendam banjir berada di Kecamatan Kwadungan mencapai 80 hektare dan Kecamatan Pangkur 70 hektare serta Kecamatan Ngawi 25 hektare.

Kemudian disusul dengan Kecamatan Padas 8 hektare, Kecamatan Geneng 5 hektare dan Kecamatan Padas 1 hektare. “Rata-rata terendam hampir tiga hari ini karena banjir kiriman dari Ponorogo lewat sungai Madiun dan Bengawan Solo juga,” kata Supardi.

Supardi mengatakan hingga kini belum ada rumah yang terdampak banjir dan baru menggenangi jalan perkampungan. Warga dihimbau tetap waspda untuk tidak pergi ke sawah, mengingat luapan air Sungai Madiun masih bertambah.

“Kita imbau warga tidak ke sawah mengingat debit air masih bertambah dan telah naik ke jalan perkampungan. Sungai Madiun ini anak dari Bengawan Solo yang debitnya juga bertambah seiring pintu Waduk Gajah Mungkur telah dibuka kemarin,” paparnya.

“Sungai Madiun aliran lambat mengingat Bengawan solo makin bertambah debit air dari Waduk Gajah Mungkur yang pintunya dibuka,” imbuhnya.

Berikut daftar 195 hektare sawah terdampak banjir di Ngawi:
1. Kecamatan Kwadungan 80 hektare tersebar di 5 desa yakni Kendung, Purwosari, Simo, Tirak, Pojok
2. Kecamatan Pangkur 70 hektare meliputi Desa Waruk Tengah, Desa Pleset dan Desa Gandri
3. Kecamatan Ngawi 25 hektare meliputi Desa Mangunharjo, Desa Kandangan, Desa Kartoharjo, Desa Grudo
4. Kecamatan Pitu 6 hektare meliputi Desa Pitu
5. Kecamatan Kedunggalar 1 hektare meliputi Desa Kedunggalar
6 Kecamatan Padas 8 hektare meliputi Desa Bendo dan Desa Banjaransari
7. Kecamatan Geneng 5 hektare meliputi Desa Dempel dan Desa Kersikan.

(Din/RED)