Lumajang, BeritaTKP.com – Setelah dikabarkan memuntahkan lava pijar sejauh 1000 meter, Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitasnya, pada Rabu (11/1/20230 kemarin malam. Berdasarkan rekaman CCTV dari pukul 21.00 – 24.00 WIB teramati kawah Gunung Semeru beberapa kali memuntahkan lava pijar disertai abu vulkanik.
Asap berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal meluncur setinggi 300 meter dari puncak Semeru. Muntahan lava pijar yang terjadi dalam beberapa hari belakangan ini membuat bibir kawah Semeru dipenuhi material vulkanik yang bisa berpotensi terjadinya awan panas.

Menurut data dari laporan pos pantau Gunung Semeru, selama periode 6 jam pada pukul 18.00 – 24.00 WIB, tercatat telah terjadi 25 kai gempa letusan/erupsi dengan amplitudo maksimal mencapai 24 mm, dan durasi 60-125 detik.
Selain itu, juga terjadi 2 kali gempa guguran, amplitudo 2-4 mm dengan durasi 35-50 detik. Sementara, untuk status Gunung Semeru hingga saat ini masih pada level III ATAU Siaga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Saya imbau masyarakat jangan panik, menunggu informasi resmi yang diberikan PVMBG menunggu rilis dari rekan-rekan yang ada di pos pantau Gunung Semeru. Untuk itu tetap waspada, saling memberikan informasi masyarakat diminta untuk seleksi berita terutama menunggu informasi resmi yang dirilis PVMBG atau BPBD,” jelasnya.
Dengan adanya informasi dari pos pantau Gunung Semeru tersebut, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Juga, masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terkena lontaran batu pijar. (Din/RED)





