Lamongan, BeritaTKP.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan kembali memperketat lalu lintas penjualan hewan ternak setela mendapatkan kabar bahwa penyakit lumpy skin disease (LSD) mewabah.

Perlu diketahui bahwa LSD ini merupakan penyakit kulit infeksius yang merupakan virus bermateri genetik DNS dari genus capripoxvirus dan famili poxviridae. Virus ini umumnya menyerang hewan sapi dan kerbau.

Penampakan gejala yang dialami oleh ternak terjangkit LSD.

Itu sebabnya Disnakeswan Lamongan bergerak bersama TNI dan Polri, untuk mengantisipasi penyebaran virus dari transaksi jual beli ternak. “Selain membatasi lalu lintas penjualan, kami (Disnakeswan Lamongan) juga melakukan pemantauan dan kontroling di kandang milik peternak saat vaksinasi PMK (penyakit mulut dan kuku),” kata Sekertaris Disnakeswan Lamongan, Rahendra Prasetya Sudarsono, Rabu (11/12/2023).

Rahendra menyebutkn, gejaka yang kerapp dialami ternak umumnya sapi atau kerbau yang terjangkit LSD yaitu kulit ternak terdapat benjolan dan cepat menular layaknya PMK.

Bahkan penularannya, lanjut Rahendra, lebih cepat kerana bisa dibawah melalui gigitan nyamuk. “Apabila ada gejala warga diimbau melapor, agar tidak menjalar ke populasi yang lebih luas, walaupun gejalanya ringan” paparnya.

Diinformasikan Rahendra, LSF telah menular ke sejumlah kota di Jawa Timur. Untuk itu, pihaknya meminta kepada semua pihak untuk mewaspadai dan melakukan pencegahan dini.

“Sesuai hasil rapat dokter hewan se-Jawa Timur, kami dapat imbauan agar selalu waspada dini dan memperluas jejaring surveilans terkait munculnya penyakit LSD,” paparnya. (Din/RED)