Jombang, BeritaTKP.com – Rofiq Mulana Ibrahim, bayi yang masih berusia dua tahun harus mengalami nasib nahas saat bermain sendirian. Anak kecil tersebut tewas setelah tenggelam di sungai Dusun/Desa Sidokaton, Kudu, Jombang, ketika ditinggal ibunya menggoreng telur.

Supandi selaku Kepala Desa Sidokaton mengungkap, bahwa korban awal mulanya bermain bersama ibu dan kakaknya di ruang tamu rumah mereka. Lalu pukul 10.00 WIB, ibu korban, Puji Lestari (32) pergi menggoreng telur di dapur untuk makan anak sulungnya.

Ditinggal ibunya memasak telur, Rofiq hanyalah bersama kakak kandungnya yang berusia 5 tahun. Bayi tersebut pun bemain mobil-mobilan plastik sendirian karena kakaknya sedang asyik bermain HP.

“Ibunya ke belakang sebentar, tidak ada 3 menit. Pas ibunya balik ke depan anak itu sudah tidak ada. Kakaknya ditanya tidak tahu karena sedang main HP,” kata Supandi, Jumat (11/11/2022) kemarin.

Puji sempat mencari putranya ke sana ke mari. Namun, Rofiq tidak ditemukan. Ibu dua anak ini lantas mencari putranya di sungai persis di depan rumahnya. Sungai selebar 3 meter itu hanya dipisahkan jalan paving selebar 1 meter dari teras rumahnya. “Ibu korban akhirnya menemukan mainan mobil-mobilan plastik ada di sungai, juga ada bekas kaki terpeleset. Tetangga sekitar langsung membantu mencari di sungai,” terang Supandi.

Pencarian Rorif oleh warga setempat pun membuahkan hasil. Menurut Supandi, Rofiq ditemukan sekitar 300 meter dari rumahnya. Putra bungsu pasangan M Yunus (35) dan Puji itu tewas tenggelam dan terseret arus anak Sungai Marmoyo. Jasad bayi berusia 2 tahun ini ditemukan Kepala Dusun Sidokaton Slamet Mujiono sekitar 300 meter dari lokasi balita itu jatuh dan tenggelam.

Kapolsek Kudu AKP Anang membenarkan Rofiq ditemukan sudah tidak bernyawa di anak Sungai Marmoyo. “Saat diperiksa dokter puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal. Inafis Polres juga kami datangkan. Tidak ada tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.

Sementara itu, keluarga korban yang dilanda duka memilih untuk mengikhlaskan kematian Rofiq. Mereka juga meminta jenazah korban tidak diautopsi. Atas permintaan keluarga itulah jenazah korban diserahkan kembali kepada keluarganya untuk dimakamkan. “Jenazah dimakamkan sekitar pukul 15.00 WIB,” ujarnya. (Din/RED)