Blitar, BeritaTKP.com – Banyak artefak lepas berupa fragmen pecahan gerabah ditemukan di situs yang diduga permukiman kuno di bantaran Sungai Brantas, Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Tim BPCB Jatim yang ditugaskan untuk mencari artefak tersebut juga mengaku menemukan beberapa uang koin kuno dan pecahan keramik kuno saat mereka melakukan suvei penyelamatan temuan struktur bata yang diduga permukiman kuno di lokasi. Temuan artefak lepas berupa fragmen pecahan gerabah itu seperti piring, mangkok, dan peralatan rumah tangga lainnya.

Arkeolog BPCB Jatim, Nugroho Harjo Lukito mengatakan selain pecahan gerabah, tim juga menemukan artefak lepas artefak lepas lainnya berupa mata uang China, gacok alat permainan, hiasan miniatur rumah, dan figurine atau patung kecil berbentuk binatang kuda sebagai pelengkap hiasan rumah.

“Intinya di sini diduga sebuah permukiman kuno. Secara kronologis periodisasi berdasarkan temuan sebagai besar artefak keramik merujuk pada abad 14, yaitu China pada Dinasti Yuan dan di era kejayaan Kerajaan Majapahit,” kata Nugroho, Jumat (11/11/2022).

Nugroho mengatakan di lokasi penemuan merupaka sebuah kawasan permukiman kuno dengan beberapa rumah yang posisinya berjejer. Berdasarkan keterangan warga, di sekitar lokasi juga pernah ditemukan struktur bata di beberapa titik. Tapi, BPCB Jatim baru menemukan satu rumah di lokasi.

“Untuk itu, perlu ada ekskavasi lebih besar dan lebih lama untuk melihat potensi di lokasi. Bantaran Sungai Brantas memang penuh dengan peninggalan cagar budaya. Ada beberapa spot atau titik sudah kami ketahui dari masa klasik,” ujarnya.

Seperti diketahui, Tim BPCB Jatim melakukan survei penyelamatan temuan struktur bata kuno yang diduga sebuah bangunan permukiman pada masa lalu di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Posisi temuan struktur bata yang diduga termasuk permukiman kuno tersebut berada di bantaran Sungai Brantas. Jarak temuan struktur bata kuno dengan bibir Sungai Brantas sekitar 142 meter.

“Penemuan ini berawal dari hasil tinjauan kami beberapa waktu lalu dari laporan warga ada struktur bata kuno di lokasi. Dari hasil peninjauan ada potensi lokasi ini sebuah permukiman kuno yang berada di bantaran Sungai Brantas,” kata Nugroho. (Din/RED)