Surabaya, BeritaTKP.com – Sejumlah kader PDI Perjuangan Kota Surabaya turut merayakan kemerdekaan Indonesia tahun 2022 ini dalam upacara HUT RI ke-77 di Kantor DPC PDIP Surabaya. Mereka mengikuti upacara ini dengan penuh khidmat, penuh rasa syukur, dan diirigni dengan kegembiaraan. Dalam upacara ini juga dihadiri dengan sejumlah veteran yang menempati kursi undangan. upacara ini tampak begitu berwarna, dengan sebagian kader mengenakan baju adat dari berbagai suku dan daerah di Indonesia. Sebagian lainnya mengenakan seragam PDI Perjuangan.
“Kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote. Dan persatuan menjadi kunci kekuatan kita bersama. Seperti Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu,” ujar Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Baktiono yang bertindak pemimpin upacara.
Beragam pakaian adat dikenakan oleh perwakilan pengurus anak cabang (PAC) dari 31 kecamatan se-Surabaya. Salah satunya Winarti Djunaedi, dari PAC Tambaksari yang memilih pakaian adat Bali. “Pakaian Bali simpel, unik dan menarik,” kesan Winarti.
Lain lagi dengan Anik Andayani, pengurus dari Gubeng. Dia memakai pakaian adat Papua. “Salam hangat untuk saudara-saudara di Papua,” kata Anik.
Selesai upacara, para kader mendengarkan dan melantunkan lagu-lagu daerah. Di antaranya lagu “Gemu Fa Mi Re” asal Maumere, NTT. Para kader bernyanyi sembari menari.
Suasana penuh keakraban itu terlihat di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Kompak dan meriah.
“Kami bersyukur Indonesia yang kaya ini terus maju, terus terjaga budayanya. Kita warisi api perjuangan Sang Proklamator, Bung Karno dan Bung Hatta untuk terus merawat kekayaan Indonesia, termasuk keragaman budaya,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono.
Adi menambahkan, dirinya memuji kesolidan kader PDIP di Surabaya. Menurutnya, kader telah bekerja keras untuk melayani masyarakat.
“Kita jaga terus kekompakkan dan kesolidan, bekerja keras untuk melayani masyarakat. Kita bangga, PDI Perjuangan semakin melekat di hati rakyat, khususnya masyarakat Surabaya,” kata Adi. (Din/RED)






