Kediri, BeritaTKP – Pada Bulan Suro tahun baru islam 1444 hijriyah, semua desa menyelenggarakan tradisi Bersih Desa dengan berbagai kegiatan mulai kenduri, mengirim sesaji yang diperuntukkan untuk danyang desa/leluhur desa atau bahkan menggelar berbagai pertunjukan wayang dan tari-tarian tradisional atau campur sari tidak lepas dari tradisi jawa.
Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri pada Bulan Suro tahun baru islam 1444 hijriyah ini warganya mengadakan ritual bersih desa kirab sesaji ke 3 lokasi punden yang dipercaya sebagai makam sesepuh atau leluhur desa, pada jumat (12/08/2022).
Acara kirab sesaji ini berupa arak arakan gunungan hasil pertanian dan berbagai tumpeng bentuk rasa syukur atas diberikannya hasil yang melimpah yang diikuti oleh semua warga desa Paron dengan memakai pakaian adat jawa.
Masyarakat Desa Paron sangat antusias untuk mengikuti kirab sesaji ini dilihat dari anak anak sampai dewasa ikut andil dalam menyemarakkan kirab sesaji ini.
Kirab sesaji ini dimulai dari balai desa menuju ke Punden Ki Ageng Karang lo Setelah selesai ritual di Punden Ki Ageng Karanglo kirab dilanjutkan ke Punden Kembangan dan yang terakhir di Punden Mbah Ageng Aru-Aru untuk melaksanakan doa bersama.
Menurut Buyung Wicaksono, Kepala Desa Paron bahwa tradisi bersih desa ini rutin tiap tahun diselenggarakan oleh warga sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat dan hidayatnya “Ritual Bersih Desa Paron ini sebagai wujud rasa syukur warga atas berkat yang diberikan Tuhan kepada masyarakat desa, baik dari hasil panen, kesehatan, dan kesejahteraan yang telah diperoleh warga kami selama setahun dan juga sebagai permohonan akan keselamatan dan kesejahteraan warga desa untuk satu tahun, disamping itu Bersih desa adalah acara untuk membersihkan desa dari gangguan mala petaka roh jahat dan sarana masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas limpahan rezeki yang diperolehnya dari pertanian dan perkebunan” pungkas Buyung Wicaksono, Kepala Desa Paron.
Usai menggelar prosesi kirab sesaji di 3 lokasi Punden, pada malam harinya akan dilaksanakan doa bersama di rumah Mbah Samuji yang oleh warga dianggap sebagai sesepuh desa.
Kenduri dilakukan pada malam bulan purnama dengan menu nasi beras merah, lalap daun kelor dan ayam ingkung bumbu parem sebagai sesajinya “Dengan harapan sesaji tersebut bisa menjauhkan dari balak selama setahun ke depan umumnya untuk Desa Paron, khususnya untuk warga yang datang di acara dan mengkonsumsi sesaji tersebut,” tutup Buyung. (RED)








