Nganjuk, BeritaTKP – Polres Nganjuk melalui Kasatreskrim I Gusti Ag. Ananta P didampingi kasi humas polres Nganjuk Iptu Supriyanto mengadakan persrelease ungkap kasus penganiayaan( pembacokan) pada Jumat 07/juli/2022 ruang lobi.

Menurut Kasat reskrim I Gusti Ag. Ananta P bahwa pada kejadian pertama terjadi daerah lengkong patianrowo Nganjuk dengan kronologinya pada sabtu tgl 13 november 2022 sekira pukul 19.00 WIB korban bernama mohamad farid nurahim 15tahun alamat pinggir desa lengkong dan mohamad zaki saputra 16 tahun Papungan Klitih plandaan jombang berangkat dari rumahnya naik kendaraan beat putih berboncengan kekertosono untuk menjemput kakaknya.

Namun ditengah perjalanan antara lengkong dan kertosono tiba tiba ada sepeda motor vario hitam berboncengan memepet korban dan langsung melakukan pembacokan, setelah melakukan pelaku langsung melarikan diri dengan ciri ciri yg nopol tidak diketahui, pelaku tinggi kurus pakai jacket jumpert hitam bermasker.

Dalam keadaan terluka korban langsung balik keutara arah polsek lengkong untuk melaporkan kejadian ini dan begitu petugas menerima laporan pembacokan ini langsung menghubungi polsek patianrowo untuk menindak lanjuti laporan ini.

Kedua Korban dibawa kerumah sakit bhayangkara Nganjuk Untuk dilakukan Visum/VER.

Dari hasil pemeriksaan korban Mohamad Farid mengalami luka robek dilengan tangan kanan dan mengalami patah tulang dan Mohamad Zaki mengalami luka robek dibagian punggung kurangvlebih 10 cm.

Menurut Kasat Reskrim menjelaskan bahwa TR sebagai joki pada waktu kejadian mengaku awalnya sudah mencari diwilayah sugihwaras Babadan Patian rowo namun tidak ketemu, dalam penangkapan ini IP selaku eksekutor melarikan diri dan jadi DPO Kepolisian.

Pelaku akan dijerat pasal 170(1).(2) jo 55 KUHP.

Pada kejadian kedua telah dilakukan penangkapan Triyo pamular 20 tahun alamat balongasem lengkong membawa sajam akan digunakan untuk pembacokan oleh anggota polisi yang kebetulan melakukan patroli dijalan umum kemaduh Baron pada sabtu 2 april 2022.

Dari pengakuan pelaku akan melakujan pembacokan pada orang diNglawak Kertosono akibat lihat akun tiktok. Motif adanya pembacokan kedua peristiwa ini adalah motif pribadi.(Muryati)