Gresik, BeritaTKP.com – Hujan deras melanda dua Kecamatan di wilayah Kabupaten Gresik, yakni Panceng dan Sidayu, Selasa (5/7/2022) dini hari lalu. Akibatnya, kedua wilayah tersebut terendam banjir. Selain hujan yang deras, jebolnya waduk Wotan juga menjadi penyebab air meluap hingga menggenangi pelataran rumah warga sampai ke jalan poros desa.

Banjir terjadi sejak pukul 02.00 WIB. Saat itu sedang terjadi hujan berintensitas tinggi, sehingga debit air cepat meninggi, lalu akibatnya waduk jebol sepanjang 40 meter.

Waduk Wotan yang jebol tersebut menyebabkan air meluap dan menggenangi Jalan Poros Desa, Jalan Desa, Rumah Warga dan Persawahan di wilayah Desa Wotan dan Desa Petung, Kecamatan Panceng, serta Desa Sukorejo dan Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mencatat daerah terdampak banjir akibat jebolnya Waduk Wotan yang ada di Kecamatan Panceng yaitu Desa Petung meliputi 166 Rumah tergenang, 3 Musholah tergenang, Jalan lingkungan sepanjang 1150 M dengan kedalaman 20 – 50 cm, Jalan Poros Desa (JPD) sepanjang 1000 M dengan kedalaman 20 – 40 cm, 300 Ha Sawah terendam dan 0,2 Ha Tambak terendam dan Desa Wotan meliputi 10 Ha Persawahan terendam, Dinding waduk jebol sepanjang 40 meter.

Sementara di Kecamatan Sidayu yang terdampak di Desa Sukorejo mengakibatkan 214 rumah terendam setinggi 30 cm, Jalan Poros Desa (JPD) terendam 10 – 30 cm sepanjang 1.200 meter, Jalan lingkungan terendam 30 – 60 cm sepanjang 600 meter, Persawahan terendam 73 ha dan Jalan Poros Desa (JPD) Sukorejo – Gedangan mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 200 meter dan di Desa Gedangan mengakibatkan 97 Rumah Warga terendam setinggi 30 cm, Jalan lingkungan terendam sepanjang 300 meter setinggi 10 – 30 cm dan 13 hektar persawahan terendam.

Kepala Dinas BPBD Kabupaten Gresik Darmawan menuturkan, timnya sudah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan dampak banjir.

“Terkait banjir ini kami sudah melakukan koordinasi dengan Muspika Kecamatan Panceng dan Kecamatan Sidayu dan koordinasi dengan Pemerintah Desa yang terdampak banjir,” imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk meminimalisir agar air tidak meninggi. BPBD juga mempersiapkan karung dengan diisi pasir untuk penahan jebolnya tanggul dan menyiapkan tenda untuk dapur umum di lokasi banjir.

“Kami dibantu warga dan muspika melakukan penutupan tanggul yang jebol dengan karung dan Banjir Kecamatan Sidayu mulai surut tinggal Desa petung, Kecamatan Panceng yang masih tergenang,” ujarnya. (Din/RED)