Lumajang, BeritaTKP.Com – Warga Desa Ranu Bedali, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria. Sesosok mayat itu diketahui bermana Jumat ,30, warga Dusun Wringin, desa setempat.

Petugas mengevakuasi mayat korban

Mayat itu pertama kali ditemukan berada didalam sumur tua dengan kondisi sudah membusuk. Penemuan mayat pria ini bermula dari kecurigaan warga, adanya bau tak sedap dari dalam sumur. Saat dilihat sumur yang memiliki kedalaman sekitar 30 meter terdapat mayat korban.

Adanya kabar ini, Tim BPBD, TNI-Polri langsung mendatangi lokasi. Mereka berbagi tugas untuk mengangkat jasad korban lantaran sumur itu memiliki kedalaman yang cukup dalam. Petugas masuk ke dalam sumur menggunakan tali karmantel, alat yang digunakan untuk memanjat tebing. Bahkan karena oksigen dan ruang dalam sumur sangat sempit, proses evakuasi sempat mengalami kesulitan dan memakan waktu.

Petugas harus naik turun dua kali, sebelum akhirnya berhasil mengevakuasi mayat korban. Esu, keluarga Jumat mengatakan, sebelum korban ditemukan tewas, empat hari lalu sekira pukul 02 dini hari, korban yang baru bangun tidur berpamitan keluar rumah sebentar berniat untuk menyantap sahur.

Namun, dalam waktu yang cukup lama korban tak kunjung kembali. Hingga akhirnya ditemukan tewas di dalam sumur dekat rumah korban. “Dia keluar dan langsung gak pulang. Terus pagi istri dan mertuanya nyari tapi gak ketemu. Terus warga bareng-bareng, pas di deket sumur ada bau tak sedap dan banyak ayam pas dilihat ada mayat mengambang,” paparnya.

Lantaran ada hal yang janggal polisi dan petugas medis sempat berniat akan melakukan otopsi kepada jasad korban. Tetapi rencana otopsi  itu ditolak oleh pihak keluarga. Hingga akhirnya petugas medis setempat hanya melakukan otopsi luar guna memastikan penyebab kematian korban.

Dari hasil otopsi luar itu, Kapolsek Ranuyoso, Iptu Ari Hartono mengatakan, ada bekas kekerasan pada tubuh korban. “Kalau diamati ada tanda-tanda penganiayaan atau dugaan kriminal maka akan kami otopsi lagi di Lumajang meski pihak keluarga menolak. Intinya kami tetap akan tetap jalankan SOP khawatir ada hal yang tidak diinginkan” ujar Ari.

Kini, kasus tewas korban dalam sumur telah ditangani oleh Sat Reskrim Polsek Ranuyosi. Dari lokasi kejadian polisi menyita pakaian dan sandal milik korban. /Npr/Red