
Mojokerto, BeritaTKP.com – Sebanyak 4 desa di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, diterjang angin puting beliung, pada Senin (1/1/2023) kemarin siang. Akibat peristiwa itu, puluhan rumah di Desa Mojogebang, Pandan Krajan, Mojo Pilang dan Mojowono, rusak.
Camat Kemlagi, Tri Cahyono Harianto mengatakan, kerusakan paling parah ada di Pandan Krajan. “Paling parah di Pandan Krajan. Salah satu rumah masuk kategori rusak berat. Semua atapnya terbawa angin. Iya (Pandan Krajan) dekat sawah di sisi barat-utara,” ungkap Tri Cahyono Harianto.
Lebih jelas, kerusakan dengan kategori berat di Desa Pandan Krajan ada 2 rumah, Mojopilang antara 5 sampai 6 rumah, Mojogebang ada 2 rumah dan Mojowono ada 2 rumah. Sementara yang lainnya mengalami kerusakan kategori ringan sampai sedang. Atap-atapnya yang hilang, ada 1/3 bagian atap rusak, galfalum teras rumah rusak. “Total keseluruhan, Pandan Krajan ada sekitar 9 rumah, Mojopilang sekitar 30 rumah, Mojogebang sekitar 28 rumah dan Mojowono sekitar 11 rumah,” jelas dia.
Sedangkan korban terdampak bencana angin puting beliung terpara di Desa Pandan Krajan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Hal ini dikarenakan sebab seluruh atap rumah terbawa angin saat bencana angin puting beliung terjadi.
“BPBD sudah mengambil tindakan dengan melakukan tindakan pembagian terpal untuk warga terdampak. Ini sudah dilakukan pembagian. Iya hujan tidak begitu deras, hujan ringan saja sebentar kurang lebih 15 menit. Tapi anginnya itu dimulai dari selatan, mulai dari Mojogebang ke utara,” paparnya.
Bencana angin punting beliung juga menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan tiang dan kabel milik PLN. Namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Mulai dari PUPR terkait dengan pohon tumbang, PLN saat ini masih proses perbaikan kabel-kabel yang putus. BPBD juga sudah bergerak membagikan terpal untuk warga terdampak angin,” kata Tri Cahyono. (Din/RED)





