Ponorogo, BeritaTKP.com – Hampir 3 hektar hutan jati yang ada di area Gunung Prahu di Desa Tatung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, dilalap si jago merah. Kobaran api mulai terlihat sejak pukul 18.30 WIB.

Warga dan perangkat desa yang mengetahui kebakaran tersebut langsung berusaha memadamkan kobaran api dengan alat seadanya. Namun, warga merasa kesulitan memadamkan kobaran api dikarenakan luasnya areal hutan yang terbakar. Ditambah lagi, banyaknya dahan dan daun kering membuat kobaran semakin besar dan meluar. Kondisi ini diperparah dengan angin yang berhembus sangat kencang.

Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiharto menjelaskan, kebakaran ini untuk pertama kalinya terjadi di Gunung Prahu semenjak tiga tahun terakhir. Diduga kebakaran hutan ini disebabkan karena orang membuang puntung rokok sembarangan.

Warga yang tersisa berusaha menjaga agar api tidak sampai merembet ke pemukiman yang ada di balik gunung. Selain itu, di bawah kaki gunung juga banyak lahan pertanian warga yang ditanami tembakau dan bengkoang, serta pipa saluran air warga.

Rudi menduga, kebakaran ini disebabkan oleh kelalaian manusia. “Kebakaran ini diduga disebabkan karena puntung rokok yang dibuang sembarangan. Kebakaran ini pertama kali saat memasuki awal musim kemarau,” terangnya.

Rudi menambahkan warga Desa Tatung sebenarnya sudah sangat sadar akan bahayanya kebakaran hutan, bahkan selama tiga tahun terakhir tidak terjadi kebakaran hutan di desanya. (Din/RED)