Manggarai, BeritaTKP.com – Ratusan siswa dan guru di Desa Ulu Belang, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (12/2/2026).
Mereka mengalami gejala seperti diare, mual, pusing, hingga demam. Total yang terdampak tercatat sebanyak 131 orang, terdiri dari siswa dan guru SDN Ulu Belang, Kepala SMPN 15 Satar Mese beserta istrinya, serta seorang bidan yang bertugas di Pustu Ulu Belang.
Berdasarkan data medis, sebagian besar pasien telah dinyatakan pulih setelah mendapatkan penanganan. Namun hingga saat ini, sebanyak 32 orang masih menjalani perawatan di Puskesmas Ponggeok dan Puskesmas Iteng.
Kepala Puskesmas Ponggeok, Adrianus Gaur, memastikan kondisi para pasien dalam keadaan stabil dan terus membaik.
“Sampai saat ini yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Ponggeok dan Iteng sebanyak 32 orang,” ujarnya.
Sampel Makanan Diuji
Menyikapi kejadian tersebut, Kapolsek Satar Mese Iptu Kiki Bachsoan mengatakan pihaknya bersama unsur terkait tengah melakukan penyelidikan dengan menguji sampel makanan dan air untuk memastikan penyebab dugaan keracunan.
“Polsek Satar Mese terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai. Sampel makanan dan air sudah diambil untuk uji laboratorium secara transparan,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak berwenang.
Operasional MBG Layani 2.445 Orang
Program MBG di wilayah tersebut disuplai oleh SPPG Papang (Yayasan Nircla Putri Angkasa) yang melayani 2.445 penerima manfaat sejak Desember 2025. Pihak penyelenggara menyatakan prosedur pengolahan makanan, standar gizi, dan higienitas telah dilakukan dengan kontrol ketat.
“Ini adalah kejadian pertama sejak operasional berjalan. Kami memastikan program MBG merupakan program yang baik untuk membantu anak-anak sekolah di seluruh Indonesia,” ujar pihak terkait.
Hingga kini, hasil uji laboratorium masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa dan tenaga pendidik tersebut.(æ/red)





